Siapa yang menebar angin dia akan menuai badai

Image

    Bila kita menanam bunga bangkai, dari pohon yang sama tidak mungkin kita memanen durian. Oleh karena itu, tugas kita yang utama adalah menanam dan menebar energi positif sebanyak mungkin, karena pasti akan berbuah kebaikan.

    Demikian pula jika kita menebar banyak energi begatif, bersiaplah untuk menuai ketidakbahagiaan, ketidaktentraman, dan penderitaan hidup. Pepatah mengatakan, siapa yang menebar angin dia akan menuai badai. Begitupun bila kita menebar energi negatif, kita akan memperoleh hal-hal negatif secara langsung atau kemudian hari.

Saya ajak anda menyimak kisah berikut:

Suatu ketika seorang pemuda berjalan ditengah hutan. Tiba-tiba ia mendengar jeritan orang minta tolong. Dilihatnya seorang pemuda sebaya dengan dirinya hampir tenggelam dalam lumpur. Dengan sekuat tenaga ia kemudian memberikan pertolongan, dan pemuda

yang terperosok itu dapat diselamatkan. Lalu diantar pulang ke rumahnya.

Ayah pemuda yang ditolong, seorang bangsawan, sangat berterima kasih, dan kemudian memberikan uang. Tapi pemuda penolong

menolak halus pemberian itu. Ia berkata, “sudah selayaknya manusia menolong orang lainyang mengalami kesulitan.” Sejak kejadian itu mereka menjalin persahabatan.

Pemuda penolong adalah pemuda miskin. Tapi ia bercita-cita jadi

seorang dokter. Keinginannya itu terwujud karena ayah pemuda yang ia tolong mau memberi beasiswa. Pemuda miskin itu bernama Alexander Flaming, yang kemudian dikenal sebagai penemu obat Penisilin.

Di tempat lain, pemuda bangsawan itu menjadi seorang tentara, Dia terluka parah di sebuah medan tempur. Lukanya kemudian mengalami infeksi dan membuatnya demam tinggi. Ketika itu belum ada obat untuk infeksi. Tapi dokter yang merawatnya akhirnya

mencoba menyuntikan Penisilin temuan Alexander Fleming. Apa yang terjadi? Berangsur-angsur demamnya reda dan pemuda bangsawan itu sembuh. Pemuda bangsawan itu adalah Winston Churchil, salah satu Perdana Menteri Inggris yang terkenal.

    Pada kisah itu kita lihat bahwa energi positif yang dikeluarkan oleh manusiamengalir dari satu tempat ke tempat lain. Namun, akhirnya energi positif itu kembali ke orang yang menebarkannya pertama kali. Kebaikan akan berbuah kebaikan.

Reference:

- Kubik Leadership, Jamil Azzaini

- Coronet magazine, pages 17-18, in the story, “Dr. Lifesaver,” by Arthur Gladstone Keeney in http://www.winstonchurchill.org

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: